Manajemen bandwidth merupakan salah satu fitur penting dalam Mikrotik untuk mengatur penggunaan internet agar lebih stabil dan adil bagi seluruh pengguna jaringan.
Salah satu metode yang banyak digunakan adalah Queue Tree yang dikombinasikan dengan Firewall Mangle. Metode ini lebih fleksibel dibanding Simple Queue karena memungkinkan pengaturan upload dan download secara terpisah.
Pada artikel ini akan dibahas cara membagi bandwidth menggunakan Queue Tree di Mikrotik.
Apa Itu Queue Tree?
Queue Tree adalah fitur bandwidth management di MikroTik RouterOS yang digunakan untuk:
- membatasi bandwidth upload dan download
- membagi bandwidth antar user
- membuat prioritas trafik tertentu
- mengatur trafik secara lebih detail
Apa Fungsi Mangle?
Mangle digunakan untuk menandai paket data (packet marking) agar dapat dikenali oleh Queue Tree.
Tanpa mangle, Queue Tree tidak dapat membedakan trafik upload dan download.
Konsep Dasar
Pada tutorial ini:
- trafik upload diberi tanda → UP
- trafik download diberi tanda → DOWN
Lalu masing-masing akan diberi limit bandwidth melalui Queue Tree.
Langkah Konfigurasi
Setting / membagi bandwidth:
Ip > firewall > tab mangle masukkan:
tab general, ganti :mode = prerouting (untuk upload)src address = 192.168.10.1 (bebas)tab action, ganti :action = mark packetnew packet mark = UPhilangkan tanda centang
queues > tab queues tree > masukkan:
buat indukan uploadnya dulu, masukkan :name = UP (contoh)parent = globalpacket marks = UPlimit = bebasmax limit = bebas > apply > okbuat anakan uploadnya, masukkan :name = bebasparent = UP (nama indukannya)packet mark = UPlimit = bebasmax limit = bebas > apply > ok
ip > firewall > tab mangle > (+) > masukkan :
tab general, ganti :mode = postrouting (untuk download)dst address = 192.168.10.1Tab action, ganti :action = mark packetnew packet mark = DOWNhilangkan centang > apply > ok
Queus > tab queues tree >(+) > masukkan:
Buat indukan downloadnya dulu, masukkan :name = DOWN (bebas)parent = globalpacket marks = DOWNlimit = bebasmax limit = bebas > apply > okBuat anakan downloadnya, masukkan :name = bebasparent = DOWN (nama indukannya)packet marks = DOWNlimit = bebasmax limit = bebas > apply > ok
Penjelasan Singkat
Upload
Menggunakan:
- prerouting
- src address
Karena paket berasal dari client menuju internet.
Download
Menggunakan:
- postrouting
- dst address
Karena paket datang dari internet menuju client.
Cara Mengecek Hasil
Setelah konfigurasi selesai:
- buka Queues → Queue Tree
- lihat apakah trafik bergerak
- lakukan speedtest
- cek apakah limit bekerja
Jika trafik berjalan, berarti konfigurasi berhasil.
Kelebihan Queue Tree
- lebih fleksibel dibanding Simple Queue
- bisa pisah upload/download
- cocok untuk jaringan besar
- bisa membuat prioritas trafik
Kesimpulan
Queue Tree dan Mangle merupakan kombinasi yang sangat powerful dalam Mikrotik untuk mengatur bandwidth secara detail.
Dengan konfigurasi yang benar, penggunaan internet akan lebih stabil dan terkontrol.
Tips Tambahan
- gunakan penamaan packet mark yang jelas
- dokumentasikan limit bandwidth
- cek queue secara berkala
- gunakan IP static agar lebih mudah dikelola
